Website Resmi Topliva Ekonomiya Penghemat BBM

Website Resmi Topliva Ekonomiya Penghemat BBM

Topliva.idTopliva Ekonomiya Penghemat BBM Harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertamax, Pertalite Premium dan Solar terus mengalami kenaikan harga setiap tahunnya. Sebagai pengguna mobil, tentu kita selalu mencari cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) mobil. Menghemat penggunaan BBM merupakan satu kebutuhan, karena jika tidak kita akan terus menerus pusing dengan kenaikan harga BBM. Di sisi lain, hemat BBM sudah tentu baik untuk kesehatan finansial dan jangan lupa, kita juga berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi gas buang atau emisi.

Lantas, bagaimana cara berhemat BBM? Tenang saja kini telah hadir alat penghemat BBM karya anak bangsa, topliva ekonomiya .

Alat ini dapat digunakan pada berbagai jenis kendaraan roda empat yang menggunakan BBM (Pertamax, Pertalite, Premium dan Solar). Keuntungan menggunakan TOPLIVA EKONOMIYA ini mampu menghemat penggunaan BBM hingga 25%, menambah performa kendaraan sehingga akselerasi mesin ringan dan lebih bertenaga, pembakaran BBM lebih sempurna dan suara mesin lebih halus.

Tentang Perusahaan Topliva Ekonomiya atau Alat Penghemat BBM

Adalah sebuah perusahaan Swasta Nasional yang bergerak di bidang Manufacture Alat Penghemat Daya Merek ENTER INDONESIA, Alarm Anti Pencuri, Alat hemat bbm merk Topliva Ekonomiya dan Alat hemat bbm merk Full Max Power, Perdagangan Umum, Property dan Jasa.

Visi
Menjadi perusahaan yang unggul, inovatif dan terpercaya di bidang teknologi inovasi,

Misi
Membuat produk berkualitas, memberi keuntungan jangka panjang shareholder, Memberikan kemanfaatan kepada konsumen dan mensejahterakan seluruh karyawan.

Cara Kerja Topliva Ekonomiya Penghemat BBM Terbaru

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini memang lebih murah dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Namun ada baiknya pengguna kendaraan tetap menjaga konsumsi bahan bakarnya agar tetap efisien. Membuat bahan bakar kendaraan irit bisa dilakukan dari sisi cara berkendara. Namun bisa juga menggunakan bantuan alat penghemat BBM. Saat ini, ada banyak alat penghemat BBM yang beredar di pasaran.

Beda merek beda pula bentuk alatnya. Pada umumnya alat tersebut tidak hanya menawarkan penghematan BBM saja tapi juga menambah performa mesin. Soal pemasangan alat, ada yang bisa dilakukan sendiri di rumah dan ada juga yang dibantu oleh teknisi dari penjual.

Pada prinsipnya, cara kerja yang ditawarkan masing-masing alat berbeda. Salah satu contohnya ada alat yang hanya dipasangkan ke aki mobil atau motor. Cara kerjanya yaitu dengan menstabilkan arus listrik yang datang dari regulator rectifier ke aki. Alat tersebut berfungsi untuk menyimpan arus listrik yang berlebih sehingga arus menjadi stabil. Arus listrik yang stabil dan besar membuat pembakaran semakin sempurna sehingga, selain tenaga bertambah dan busi lebih awet, bahan bakar yang dikeluarkan juga tidak boros.

Selain itu, ada juga alat yang dipasangkan ke saluran BBM. Cara kerjanya dengan memakai gelombang active ultra-magnetics. Gelombang itu dapat mengubah molekul BBM menjadi ion bermuatan positif yang mampu menyerap oksigen bermuatan negatif. Hasilnya, pembakaran menjadi sempurna sehingga performa mesin bertambah dan hemat bahan bakar.

Walaupun sudah banyak alat penghemat BBM di pasaran, namun belum tentu semuanya teruji dan berkualitas. Bahkan agen pemegang merek (APM) mobil maupun motor sampai sekarang tidak memberikan rekomendasi penggunaan alat penghemat BBM.

Hemat atau borosnya penggunaan BBM sebenarnya kembali lagi ke pemilik kendaraan. Rajin melakukan servis juga bisa menghemat BBM karena komponen kendaraan akan bekerja dengan baik. Selain itu, perilaku berkendara di jalan raya juga bisa menghemat penggunaan BBM

Alat penghemat bahan bakar banyak beredar di pasaran. Namun, apakah mobil benar-benar jadi lebih irit jika menggunakannya? Ini penjelasannya Banyak cara yang dilakukan oleh pemilik mobil untuk menimalisir penggunaan bahan bakar, misalnya adalah dengan memakai alat penghemat bahan bakar. Cara menggunakan alat ini adalah dengan mencoloknya ke soket lighter mobil yang biasanya berada di bawah head unit.

Alat penghemat bahan bakar sudah dijual bebas di pasaran, di toko konvensional maupun jual-beli online. Menurut kabar yang beredar, alat tersebut mampu mengurangi penggunaan bahan bakar mobil hingga 20 persen. Namun, apakah kabar tersebut benar?

Sampai saat ini, belum ada penelitian atau riset akademis yang membuktikan isu itu. Bahkan, Agen Pemegang Merek (APM) tidak menganjurkan untuk memakai alat penghemat bahan bakar jenis apapun, termasuk yang dicolok ke soket lighter.

Larangan itu berkaitan dengan faktor keamanan dan keselamatan berkendara. Alat penghemat bahan bakar terdiri dari kumpulan kapasitor atau komponen penyimpan muatan arus listrik yang berbahaya bila diletakkan di dalam kabin.

Lama-kelamaan, alat tersebut akan panas dan beresiko meledak. Apalagi jika terhubung dengan sistem kelistrikan di mobil, resikonya bisa lebih besar. Malahan bisa meledakkan seluruh bagian mobil.

Oleh karena itu, jangan sembarang memasang alat apapun ke mobil Anda, termasuk alat penghemat bahan bakar karena resikonya sangat tinggi.

Ubah gaya berkendara

Apabila Anda terbiasa dengan gaya berkendara yang agresif, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut. Gaya berkendara yang agresif, seperti melakukan akselerasi mendadak, akan menyedot bahan bakar lebih banyak.

Untuk itu, hindari menginjak pedal gas yang terlalu dalam agar bahan bakar dapat terkontrol. Lalu, Anda juga dapat menggunakan fitur Eco Driving yang sudah banyak terdapat di mobil-mobil keluaran sekarang. Dengan begitu, sistem yang terdapat pada mobil akan menghemat bahan bakar secara otomatis.

Pilih oli yang tepat
Seperti yang sudah diketahui, pemilihan oli mesin juga akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Maka dari itu, disarankan kepada pemilik mobil agar selalu memilih oli yang tepat.

Memilih oli yang tepat sangat mudah dilakukan, yaitu dengan mengikuti rekomendasi pabrikan. Setelah itu, bedakan juga oli mesin bensin dengan diesel karena memiliki spesifikasi yang berbeda. Untuk membedakannya, lihat kode yang tertera pada kemasan.

Selanjutnya, tahun produksi mobil juga berpengaruh pada kebutuhan oli. Pemakaian mobil yang dilakukan secara terus-menerus akan membuat celah antar komponen semakin lebar akibat adanya gesekan yang terjadi.

Gesekan yang terjadi selama bertahun-tahun akan menyebabkan keausan mesin. Nah, tingkat keausan tersebut perlu diimbangi dengan oli. Semakin lebar celah di mesin, semakin kental juga oli yang digunakan, terutama di bagian dinding silinder.

Perhatikan tekanan angin ban

Kemudian, Anda perlu memperhatikan tekanan angin ban yang sesuai dengan pabrikan. Setiap mobil memiliki kebutuhan tekanan angin ban yang berbeda-beda tergantung ukurannya. Untuk mengetahuinya, Anda bisa memeriksa di buku panduan mobil.

Tekanan angin ban memiliki peranan penting untuk menunjang kinerja mobil, terlebih jika dipakai setiap hari oleh pemiliknya. Ban membutuhkan angin yang cukup agar dapat bekerja dengan maksimal. Apabila tekanan angin ban mobil tidak sesuai, pasti akan terasa kurang nyaman saat dikendarai.

Website Resmi Topliva Ekonomiya Penghemat BBM

Kurangnya tekanan angin ban juga berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar mobil. Ban yang kekurangan angin akan memaksa mesin bekerja lebih keras karena beban yang yang dibawa otomatis terasa lebih berat. Jadi, perhatikan tekanan angin ban mobil Anda sebelum berkendara ya.

Tips ini adalah cara menghemat bahan bakar yang lumayan mudah untuk dilakukan. Daripada memasang alat penghemat bahan bakar yang beresiko tinggi, lebih baik menggunakan cara teknis di atas, kan?

Nah sampai disini Mungkin kalian sudah paham ? Tentang artikel Topliva Ekonomiya Penghemat BBM Terbaru dari website resmi topliva.id

Untuk Order bisa langsung kesini : https://topliva.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *